Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Rembulan di atas borobudur
KRISNI gadis dari lembah Tidar memiliki sejumlah impian. Oleh karena itu ia bingung ketika Daniel Carter Lewis, laki-laki muda dari Kanada itu menyatakan I love you Krisni. Muncul konflik batin, karena ia gadis Jawa dan Muslimah yang taat. Sebagai orang Jawa, orangtuanya mensyaratkan menantu yang memiliki bibit, bobot, dan bebet. Artinya suami Krisni haruslah keturunan keluarga baik-baik, memiliki kualitas diri dan moral yang baik.rnrnBerbagai konflik itu sering membuat Krisni merenung dengan menatap patung-patung dan relief-relief candi Borobudur. Ia pernah berfikir bagaimana kalau pada malam purnama timbul berahi pada relief dan patung-patung. Atau ia memandangi kupu-kupu di taman bunga candi. Bunga-bunga di taman tidak boleh dirusak, agar kupu-kupu selalu datang. Ada romantisme tetapi juga ada birahi di sana.rnrnPerjalanan cinta Krisni dengan berbagai persoalan yang melingkupinya dituturkan secara apik dalam novel Rembulan di atas Borobudur oleh Arwan Tuti Artha seorang sastrawan yang tak asing lagi. Rembulan di atas Borobudur dijalin dalam bahasa yang enak, kadang prosaik tetapi di sana-sana sini sangat puitis. Hal itu wajar sekali karena Arwan, selain wartawan, cerpenis, juga penyair.
Ketersediaan
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
810 Art r
|
| Penerbit | Navila : Yogyakarta., 2004 |
| Deskripsi Fisik |
xii, 148 hlm.; 22 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9799503434
|
| Klasifikasi |
810
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet.2
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Arwan Tuti Artha
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog






